THE MOST POWERFULL WOMEN 2006
Gender memang bukan lagi sebuah permasalahan. Namun, tetap menjadi topik yang sangat menarik untuk mempelajari gaya leadership wanita, dan tentu saja, kisah sukses dibaliknya. SWA edisi 08/2006 membuka dengan kisah lama R.A Kartini. "Jadi apakah aku kelak. Ayahanda?" Sebuah pertanyaan Kartini yang tidak terjawab waktu itu oleh sang Ayah, Adipati Ario Sosrodiningrat. Tapi sekarang, berdasarkan riset tahunan SWA, telah lahir wanita-wanita paling berpengaruh di bidangnya masing-masing mulai dari pemerintahan, media, hingga entrepreneurship. Tercatat banyak diantara mereka masih muda usia, seperti Harsiwi Achmad (RCTI), Lilis Setiadi (Schroeder), Tri Evita Aryani (Tunas Ridean) atau Yuanita Rohali (Bakrie Brother).CEO perempuan dinilai memiliki gaya kepemimpinan dari laki-laki (berdasarkan survey pada responden bawahan) seperti : wanita lebih detil pada hal-hal kecil (26.67%), lebih sensitif (23.08%), multitasking(15.38%), mampu memperjuangkan bawahan (15.38%), lebih ngemong (7.69%), lebih memiliki hati dan bersahabat (13.33%), mengandalkan perasaan dalam penilaian (13.33%), serta lebih mengerti dan terbuka (13.33%).
Ada yang membanggakan pula dalam Riset yang dilakukan SWA terhadap gaya hidup para eksekutif wanita ini, bahwa mereka tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. Sebagai seorang isteri dan ibu di rumah. Beberapa temuan menyebutkan bahwa selain pembagian waktu yang baik, mereka bahkan masih terlibat dalam pemilihan dan pembelian untuk kebutuhan suami dan anak.
Research by SWA 3-13 April 2006 Project Officer : Siti Sumariyati
